Pekan pertama September 2026 tercatat sebagai salah satu pekan paling sibuk dalam sejarah industri AI. Empat laboratorium frontier—OpenAI, Anthropic, Meta, dan Google—merilis model besar dalam rentang waktu hanya 72 jam. Menurut laporan CNBC, laju rilis yang frenetik ini kini memicu fenomena baru di kalangan pelanggan korporat: “model fatigue”.
Puncaknya terjadi pada Kamis, saat OpenAI meluncurkan GPT-6 Astra, flagship terbaru yang langsung mencuri perhatian pasar. Tidak lama setelahnya, Meta dan Google mengumumkan penyempurnaan model masing-masing, sementara Anthropic ikut merilis model anyar di pekan yang sama. Sebelumnya, gelombang rilis semacam ini biasanya berjarak berbulan-bulan. Kini semuanya datang hampir bersamaan.
Dampaknya terasa di sisi pembeli. Tim teknologi enterprise hanya punya sedikit waktu untuk mengevaluasi tiap model: menguji benchmark, membandingkan biaya, lalu memutuskan migrasi—sebelum muncul rilis berikutnya yang menggugurkan keputusan itu. CNBC menyebut para pembeli IT kewalahan mengejar versi terbaru, dan sebagian memilih menahan diri alih-alih berpindah platform setiap pekan.
Perlombaan ini memang menguntungkan pengguna akhir dari sisi inovasi, tetapi juga berisiko. Keputusan adopsi yang terburu-buru bisa berujung pada biaya ganda, integrasi yang dangkal, dan model yang belum tentu cocok dengan kebutuhan bisnis. “Model fatigue” menjadi pengingat bahwa kecepatan rilis tidak selalu sejalan dengan kematangan adopsi. Bagi enterprise, pilihan bijak mungkin bukan model terbaru, melainkan model yang paling stabil untuk beban kerja mereka.