Pekan pertama September 2026 menjadi momentum positif bagi pasar modal Indonesia. IHSG menguat 1,82% dalam sepekan, membawa kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) menembus Rp11.599 triliun. Penguatan ini ditopang arus masuk investor asing yang mencatat net buy Rp2,30 triliun, setelah sepanjang tahun asing cenderung melakukan aksi jual.
Pada perdagangan Jumat (4/9), IHSG sempat melemah 0,47% akibat profit taking menjelang akhir pekan, dengan asing mencatat net sell Rp29,76 miliar. Kendati demikian, koreksi tersebut dinilai wajar setelah penguatan yang cukup signifikan sepanjang pekan. Indeks sempat dibuka di level 6.695 sebelum kembali terkonsolidasi.
Memasuki pekan baru, analis masih melihat peluang IHSG untuk melanjutkan penguatan. Sejumlah saham rekomendasi pun mulai dikumpulkan para analis sebagai strategi akumulasi. Liputan6 menyebut pemulihan pasar modal semakin terbuka, dengan dua faktor kunci: membaiknya sentimen global dan dukungan kebijakan domestik.
Di sisi korporasi, antrean initial public offering (IPO) di BEI kembali ramai. Terdapat tujuh perusahaan dalam daftar antrean, sementara satu calon emiten memutuskan menunda listing. IPO SWAP mundur dan posisinya digantikan calon emiten baru dari sektor energi, menunjukkan minat perusahaan untuk melantai di bursa tetap tinggi.
Dengan fundamental yang membaik dan likuiditas asing kembali masuk, pasar modal Indonesia dinilai berada di jalur pemulihan yang lebih stabil. Investor tetap disarankan mencermati sentimen global dan kinerja fundamental emiten sebelum mengambil keputusan.