Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam tekanan pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026. Setelah ditutup melemah 118,67 poin (1,75%) ke 6.196,43 pada akhir pekan lalu, analis memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran 6.110–6.380 hari ini.
Tekanan terbesar datang dari aksi jual investor asing yang terus berlanjut. Sepanjang 2026, net sell asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) nyaris mencapai Rp 80 triliun—menyusul aksi jual senilai Rp 820,2 miliar dalam sepekan terakhir. Keputusan MSCI yang membekukan rebalancing sekuritas Indonesia sejak Januari menjadi salah satu pemicu utama.
Meski demikian, OJK menegaskan stabilitas sektor jasa keuangan tetap kokoh. Volatilitas yang terjadi dinilai sebagai bagian dari siklus pasar, bukan indikasi krisis fundamental. BEI sendiri masih optimistis menargetkan 50 emiten baru hingga akhir 2026, seiring rencana penambahan 2 juta investor ritel baru.
MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk trading hari ini: HRTA, INDY, PGEO, dan WIFI—dinilai memiliki momentum teknis yang menarik di tengah pelemahan indeks. Investor disarankan menerapkan strategi akumulasi bertahap (averaging) mengingat volatilitas masih tinggi.
Pasar modal Indonesia memang sedang diuji. Namun bagi investor dengan horizon jangka panjang, fase koreksi seperti ini sering kali membuka peluang masuk di harga lebih rendah.