Juli 2026 menjadi bulan sengit dalam pertarungan model kecerdasan buatan. Elon Musk melalui xAI merilis Grok 4.5, sementara OpenAI membatasi akses penuh GPT-5.6 atas permintaan pemerintah. Dua pendekatan, satu tujuan: menjadi model AI paling cerdas.
Perbandingan Performa
Menurut data dari BenchLM.ai, Grok 4.5 mencetak skor 75.5/100 di papan peringkat publik, menempati posisi #8 dari 215 model. Di Artificial Analysis Intelligence Index, Grok 4.5 meraih skor 56 — hanya satu poin di belakang GPT-5.5.
Namun GPT-5.6 Sol masih unggul di enam tolok ukur termasuk GPQA, Terminal-Bench 2.1, dan DeepSWE. Grok 4.5 hanya unggul di SWE-Bench Pro — sebuah benchmark untuk coding otonom.
Faktor Biaya
Di ranah agentic coding, Grok 4.5 lebih ekonomis: $0.16–$0.17 per run, sedangkan GPT-5.6 Sol $0.25–$0.26. Untuk 1.000 tugas per hari, selisihnya mencapai $100 — angka signifikan untuk startup dan developer individu.
Regulasi Membayangi
Yang menarik, Grok 4.5 dirilis tanpa hambatan regulasi berarti, sementara OpenAI justru membatasi akses GPT-5.6 secara sukarela. Ini menimbulkan pertanyaan: apakah pendekatan open-then-regulate lebih sehat bagi ekosistem AI daripada membatasi sejak awal?
Perang model AI belum menunjukkan tanda mereda. Bagi pengembang, pilihan semakin banyak. Bagi regulator, tantangan semakin kompleks.