Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan momentum penguatan. Pada perdagangan Rabu, 9 September 2026, IHSG berpeluang menguat hingga level 6.736, melanjutkan reli yang mengantarkan indeks menembus area 6.600-an. Para analis menilai sentimen positif masih mendominasi, dengan peluang uji level psikologis 6.700 terbuka lebar.
Optimisme datang dari beberapa arah. Aliran modal asing kembali deras — sepanjang pekan sebelumnya asing mencatat net buy Rp2,31 triliun dan IHSG naik 1,82%. Kondisi ini menegaskan sinyal re-entry investor global yang sempat keluar dari pasar Indonesia. Pasar juga menantikan data inflasi Amerika Serikat dan sejumlah data ekonomi domestik yang bisa menjadi katalis tambahan.
Proyeksi jangka menengah pun semakin optimistis. JP Morgan Indonesia memproyeksikan IHSG dapat mencapai level 7.000 pada akhir 2026, seiring membaiknya fundamental ekonomi dan stabilnya arus modal asing. OJK mencatat jumlah investor pasar modal RI telah tembus 31,14 juta per Agustus 2026, meski IHSG masih terkoreksi sekitar 23% secara year to date — ruang pemulihan yang amat besar.
Bagi investor, kombinasi valuasi yang masih diskon dan proyeksi penguatan membuat fase ini menarik untuk akumulasi bertahap. Namun tetap bijak: pantau data inflasi AS, pergerakan nilai tukar, dan aksi asing sebagai penentu arah selanjutnya. Disiplin alokasi dan manajemen risiko tetap kunci di tengah volatilitas.