Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Rabu, 23 September 2026. IHSG naik 97,87 poin atau 1,56% ke level 6.374,91, dengan nilai transaksi mencapai Rp12,57 triliun dan volume 36,18 miliar saham.
Penguatan tersebut didorong hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang mempertahankan BI-Rate di level 5,75%, sesuai ekspektasi pasar. Sentimen ini memberikan kepastian arah kebijakan moneter domestik di tengah tekanan nilai tukar rupiah dan kenaikan yield global. Saham-saham perbankan besar langsung merespons positif dan menjadi katalis utama penguatan indeks, kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M Nafan Aji Gusta.
Secara sektoral, hampir seluruh sektor menghijau. Sektor barang baku naik 3,44%, disusul energi 2,63% dan konsumen non-primer 2,56%. Satu-satunya sektor yang melemah adalah kesehatan (-0,54%).
Kendati demikian, analis mengingatkan agar penguatan ini dikonfirmasi lebih lanjut. Investor asing masih mencatat net sell sekitar Rp408 miliar pada perdagangan Rabu, dan secara year to date net sell di pasar reguler menembus Rp102,9 triliun. IHSG berpotensi menghadapi profit taking atau bergerak volatile sideways, dengan support terdekat di 6.355 dan resistance di 6.387-6.463.
Untuk investor, keputusan BI memberi visibilitas lebih baik bagi sektor perbankan, namun risiko eksternal seperti arah kebijakan The Fed, yield US Treasury, dan fluktuasi rupiah tetap perlu diwaspadai.