Raksasa teknologi Meta melakukan uji coba yang tidak biasa untuk agen digital terbarunya, Muse. Dalam uji coba yang disebut human concierge, Meta melibatkan kontraktor manusia untuk menangani sebagian panggilan telepon yang seharusnya dikerjakan penuh oleh agen AI, seperti dikutip Reuters.
Mengapa manusia dilibatkan? Wakil presiden unit Superintelligence Labs Meta menyatakan keterlibatan manusia berhasil mendongkrak tingkat keberhasilan layanan hingga kisaran 95-98 persen — jauh lebih tinggi dibandingkan jika proses dilakukan sepenuhnya oleh mesin. Hal ini membuktikan bahwa sistem AI secanggih apa pun belum sepenuhnya mampu menggantikan manusia, khususnya untuk interaksi yang membutuhkan kepercayaan dan fleksibilitas.
Bagaimana Muse bekerja? Aplikasi Muse telah diunduh lebih dari 2,5 juta kali per awal September 2026 menurut Sensor Tower. Agen ini dirancang untuk menjalankan berbagai tugas secara mandiri: mengirim email, berbelanja, hingga memesan perjalanan atas nama pengguna. Fitur unggulannya adalah kemampuan menelepon nomor tertentu untuk mengurus berbagai keperluan.
Kekhawatiran privasi. Meski juru bicara Meta mengklaim respons karyawan positif dan uji coba bertujuan menyempurnakan fitur sebelum rilis luas, sebuah unggahan internal justru menyebut sejumlah karyawan khawatir. Risiko informasi sensitif bisa terbongkar secara tidak sengaja melalui layanan pusat panggilan tersebut.
Uji coba ini menjadi pengingat penting: di tengah gencarnya narasi AI menggantikan manusia, kenyataan di lapangan justru menunjukkan manusia masih menjadi komponen krusial — bahkan untuk produk AI paling canggih sekalipun.