Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

IHSG Anjlok 1,69% ke 6.277: Tekanan Jual Meningkat, RDG BI Jadi Penentu Arah

Tekanan jual di bursa saham Indonesia makin kuat. IHSG anjlok 107,68 poin atau 1,69% ke level 6.277,04 pada penutupan Selasa (22/9/2026), menembus area moving average (MA) 60 harian. LQ45 ikut tergelincir 1,37% ke 625,61. Sebanyak 533 saham melemah, 139 menguat, dan 118 stagnan, dengan nilai transaksi sekitar Rp14,4 triliun.

Sentimen: Minyak, Yield AS, dan Rupiah

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyebut kombinasi sentimen eksternal dan domestik menekan indeks. Dari luar negeri, harga minyak di sekitar US$100 per barel, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang mendekati 5%, serta sikap hawkish The Federal Reserve menekan aset emerging market. Ketegangan geopolitik Timur Tengah membuat investor beralih ke aset safe haven.

Dari dalam negeri, rupiah melemah hingga kisaran Rp17.846-Rp17.850 per dolar AS, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasar keuangan dan arus modal asing. Hampir seluruh sektor tertekan: energi koreksi terdalam 2,76%, diikuti industri (-2,31%), properti (-2,01%), dan basic materials (-1,97%). Satu-satunya sektor yang menguat adalah consumer siklikal (+0,33%).

RDG BI Jadi Katalis

Pelaku pasar mengambil sikap wait and see menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (22-23 September). Konsensus mengarah pada BI Rate dipertahankan di 5,75% dengan optimalisasi instrumen stabilisasi nilai tukar. Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Herditya, memperkirakan IHSG akan menguji rentang 6.208-6.258 lebih dulu, dengan support 6.267 dan 6.108, serta resistance 6.440-6.535.

Rekomendasi saham hari ini: Pilarmas memilih ISAT, HRTA, dan MEDC; Herditya menyukai AMRT, BBRI, PGAS, dan TPIA; MNC Sekuritas memberi rating Trading Buy untuk AMRT dan Buy on Weakness untuk BBRI.

Respons pasar terhadap hasil RDG BI, pergerakan rupiah, dan arus dana asing akan menentukan arah IHSG selanjutnya dalam rentang 6.200-6.400.

Sumber: VOI.id, Liputan6.com, Head Topics



Previous Post
IHSG Menguat 1,56% ke 6.374: BI Rate Ditahan 5,75% Jadi Katalis
Next Post
Ransomware Berubah Wajah: dari Enkripsi Berkunci ke Pemerasan Tanpa Enkripsi