Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

5,5 Miliar Serangan Siber ke Indonesia Sepanjang 2025, BSSN Rilis Data Mengejutkan

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) merilis data mengejutkan: Indonesia mengalami 5,5 miliar serangan siber sepanjang 2025 — lonjakan drastis dibanding rata-rata empat tahun sebelumnya. Hanya dalam semester pertama 2025, tercatat 3,64 miliar serangan, dengan DDoS dan peretasan infrastruktur pemerintahan sebagai modus dominan.

Di tingkat global, Chaos ransomware memperkenalkan teknik baru bernama msaRAT yang menyembunyikan aktivitas peretas di dalam lalu lintas browsing Chrome biasa. Ini membuat deteksi oleh sistem keamanan tradisional menjadi jauh lebih sulit.

Sementara itu, Project Glasswing — program coordinated vulnerability disclosure milik Anthropic — akan mengumumkan ribuan temuan zero-day di berbagai OS dan browser pada Juli 2026. Tim keamanan perusahaan memiliki tenggat Juli ini untuk melakukan patch sebelum data eksploitasi dipublikasikan.

Menurut Kepala BSSN, lemahnya regulasi dan koordinasi antar lembaga menjadi penyebab utama tingginya angka serangan. Pemerintah tengah merevisi Undang-Undang Keamanan Siber dan Ketahanan Siber (RUU KKS) untuk memperberat sanksi bagi platform yang lalai melindungi data pengguna.

Bagi organisasi di Indonesia, langkah mitigasi mendesak meliputi: penerapan Zero Trust Architecture, audit keamanan rutin, backup data offline, dan pelatihan kesadaran siber bagi seluruh karyawan. Ancaman tidak lagi soal “apakah” akan diserang, melainkan “kapan” — dan seberapa siap kita menghadapinya.



Previous Post
Perang Harga Model AI Juli 2026: Grok 4.5 vs GPT-5.6 Luna vs Muse Spark 1.1
Next Post
Grok 4.5 vs GPT-5.6: Perang Model AI Makin Panas di Tengah Regulasi