Peneliti Kaspersky mengungkap kampanye spionase baru Armored Likho (dikenal juga sebagai Eagle Werewolf) yang aktif sejak Mei 2026. Kelompok ini menargetkan individu swasta dan organisasi di Rusia — korporasi besar, sektor publik, industri TI, dan pendidikan. Teknik mereka menggabungkan spear-phishing canggih dengan eksploitasi kerentanan zero-day untuk menyusup jaringan korban dan mencuri data sensitif dalam jangka panjang.
Di sisi lain, laporan mingguan Agustus 3–7 menunjukkan lonjakan serangan berbasis AI. Penyerang memanfaatkan model bahasa besar untuk membuat phishing email yang sulit dibedakan dari komunikasi sah, serta mengotomatisasi rekognisi target. Beberapa insiden supply-chain juga tercatat, di mana pihak ketiga yang terkompromi menjadi pintu masuk ke jaringan perusahaan besar.
Peringatan infrastruktur dari berbagai CERT mengindikasikan peningkatan eksploitasi terhadap perangkat jaringan yang tidak ter-patch (VPN, firewall, load balancer). Praktik patch management ketat dan segmentasi jaringan menjadi prioritas mutlak.
Rekomendasi singkat:
- Terapkan multi-factor authentication pada semua akses remote.
- Pantau log authentication anomali (lokasi/jam tidak wajar).
- Batasi hak akses third-party vendor dengan prinsip least privilege.
- Lakukan threat hunting berkala untuk indikator kompromi (IoC) terkait Armored Likho.
Lanskap ancaman terus berkembang — visibilitas penuh dan respons cepat tetap menjadi pertahanan terbaik.