Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (18/8) menguat 0,42% ke level 7.432,15. Kenaikan dipicu oleh performa positif sektor keuangan dan barang konsumsi non-siklus.
Sektor banking jadi Lokomotif utama. BBRI naik 1,8% ke Rp5.650, BMRI menguat 1,2% ke Rp6.425, dan BBCA naik 0,9% ke Rp10.150. Tiga bank besar ini menyumbang kontribusi indeks positif sekitar 18 poin. Analis menyebut sentimen positif berlanjut setelah laporan keuangan kuartal II 2026 menunjukkan pertumbuhan kredit berkualitas dan NIM stabil.
Sektor konsumer juga ikut menguat. ICBP naik 2,1%, UNVR menguat 1,5%, dan INDF naik 1,3%. Kekuatan daya beli kelas menengah tetap jadi pendorong jangka panjang.
Investor asing mencatat net buy Rp1,2 triliun di pasar reguler. Sementara investor domestik net sell Rp850 miliar. Aliran dana asing masuk berlanjut seiring ekspektasi penurunan suku bunga FedSet tahun depan.
Teknisnya, IHSG bergerak di atas MA20 dan MA50. Resistance berikutnya di 7.480–7.500. Support terdekat di 7.350. RSI 14 hari di level 58, masih ruang naik sebelum overbought.
Risiko: geopolitik Timur Tengah, data inflasi AS pekan depan, dan penguatan Dollar AS.