Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

AI Factory 1 GW di Batang: Indonesia Kejar Kedaulatan AI Nasional

Indonesia mempercepat langkah menuju kedaulatan kecerdasan buatan. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengumumkan pembangunan AI Factory 1 gigawatt (GW) di Batang, Jawa Tengah — diproyeksikan menjadi infrastruktur komputasi AI terbesar di Asia Tenggara dalam tiga tahun.

Proyek ini digarap konsorsium Zankore by Indosat yang melibatkan Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA. Kapasitas awal 200 megawatt ditargetkan mulai paruh pertama 2027, lalu ditingkatkan bertahap hingga 1 GW. Menurut Menkomdigi, infrastruktur ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai hub AI regional karena mampu melayani kebutuhan nasional sekaligus kawasan.

Tidak hanya komputasi, Zankore juga mengembangkan Sahabat-AI, large language model (LLM) sumber terbuka berparameter 70 miliar yang mendukung Bahasa Indonesia serta bahasa daerah seperti Jawa, Sunda, Bali, dan Batak. Untuk memperkuat rantai pasok, fasilitas manufaktur GPU pertama di Cikarang, Bekasi, ditargetkan diresmikan Desember 2026.

Langkah ini sejalan dengan dorongan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada forum FEKDI dan IFSE 24 September 2026. Ia menekankan pentingnya LLM berbasis data Indonesia, sistem open source, dan penguatan pusat data nasional. Demand data center disebut terus meningkat dan akan membuka pemanfaatan AI di manufaktur, logistik, kesehatan, pemerintahan, hingga pertambangan.

Di sisi talenta, kompetisi AI Open Innovation Challenge 2026 yang berlangsung 23-25 September diikuti 1.560 peserta sejak April. Sebanyak 20 tim finalis — 11 kategori SMA/SMK dan 9 kategori mahasiswa/umum — mempresentasikan prototipe solusi AI untuk industri dan pemerintahan. Pemerintah menilai kolaborasi lintas sektor ini melengkapi fondasi ekosistem AI nasional yang utuh.

Indonesia juga memperkuat posisi global sebagai anggota pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) bersama 28 negara, ditandatangani di Shanghai 16 Juli 2026 dan akan diratifikasi di DPR sebelum pertemuan APEC di China.



Previous Post
Ransomware Pecah Rekor, Bitget Kehilangan Rp6,3 Triliun: Minggu Siber yang Mahal
Next Post
IHSG Koreksi ke 6.147: BEI Pangkas Batas Harga ke Rp1 dan Hidupkan Lagi Short Selling