September 2026 ditutup dengan sejumlah insiden siber besar yang layak dicermati.
Ransomware global pecah rekor. Laporan NCC Group mencatat 1.073 organisasi jadi korban ransomware sepanjang Agustus — rekor tertinggi 2026, naik 12% dari Juli. Pola barunya: banyak kelompok tak repot-repot mengenkripsi data, cukup mencuri lalu memeras.
Bitget kehilangan Rp6,3 triliun. Bursa kripto Bitget mengonfirmasi penyerang menyusup ke sistem backend dompetnya pada 24 September, memalsukan permintaan penarikan dan memanipulasi penandatanganan transaksi otomatis. Kerugian sekitar US$351,6 juta — pencurian kripto terbesar tahun ini. CEO Bitget menduga kelompok peretas Korea Utara di baliknya, mengutip pola serangan yang mirip operasi sebelumnya. Private key dilaporkan aman; investigasi dibantu Mandiant dan SlowMist.
FBI kebobolan lewat portal rekrutmen. Kelompok ShinyHunters diduga mengeksploitasi celah Oracle PeopleSoft untuk mencuri data pribadi agen FBI: nama, alamat, hingga nomor jaminan sosial dan catatan medis. Pakar keamanan menyebut ini “bencana kontraintelijen” — data semacam itu membuka pintu profiling dan phishing terarah.
Indonesia tidak luput. Pemerintah memperkirakan kerugian serangan siber domestic mencapai Rp111 triliun sepanjang 2026, sementara Kaspersky mengungkap 1.600 email berbahaya menyasar perusahaan lokal dengan umpan dokumen pajak.
Pelajarannya konsisten: kecepatan respons menentukan. Studi Verizon menunjukkan banyak organisasi butuh hingga 24 hari menyadari peretasan. Aktifkan autentikasi dua langkah, rotasi kredensial yang pernah terekspos, dan jangan asal klik lampiran — sekecil apa pun urgensinya.