Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

IHSG Anjlok 1,53% Sepekan ke 6.441, Asing Jual Bersih Rp 1,79 Triliun

Pasar modal Indonesia menutup pekan dengan tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,53% dalam sepekan ke level 6.441, sementara investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) hingga Rp 1,79 triliun pada perdagangan Jumat (18/9/2026).

Pelemahan ini kontras dengan pergerakan Kamis (17/9/2026), ketika IHSG masih ditutup menguat 0,40% ke level 6.462 pada sesi kedua. Namun momentum penguatan tersebut tidak bertahan lama. Tekanan jual kembali mendominasi pada akhir pekan, seiring memburuknya sentimen eksternal.

Salah satu pemicu utama adalah keputusan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang kembali menaikkan bunga acuan. Dampaknya langsung terasa di pasar keuangan domestik: nilai tukar rupiah tembus level Rp 17.700 per dolar AS. Pelemahan rupiah yang signifikan menjadi risiko tambahan bagi IHSG, karena menekan valuasi emiten, memicu arus keluar modal asing, serta meningkatkan tekanan inflasi impor.

Aksi jual asing yang jumbo tersebut tersebar di sejumlah saham berkapitalisasi besar dan likuid. Data net sell sebesar Rp 1,79 triliun dalam satu hari menunjukkan ekspektasi investor global terhadap aset berisiko Indonesia sedang menurun dalam jangka pendek.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati pergerakan rupiah dan suku bunga The Fed sebagai indikator utama. Selama tekanan eksternal belum mereda, volatilitas IHSG berpotensi berlanjut. Investor disarankan mencermati fundamental emiten dan menghindari keputusan emosional di tengah gejolak pasar.



Previous Post
AI Jadi Agenda Utama Diplomasi Global: Trump–Xi hingga Panggung PBB
Next Post
Ransomware 2026: Agen AI Menyerang Tanpa Operator Manusia