AS Minta OpenAI Tunda GPT-5.6, Lepas Anthropic Mythos untuk 100+ Perusahaan
AS Minta OpenAI Tunda GPT-5.6, Lepas Anthropic Mythos untuk 100+ Perusahaan
28 Juni 2026
Openai Diminta Tahan GPT-5.6
Pada Rabu, 25 Juni 2026, pemerintahan Trump secara resmi meminta OpenAI untuk membatasi peluncuran GPT-5.6 hanya kepada sekelompok kecil mitra yang disetujui pemerintah. Ini adalah pertama kalinya pemerintah AS secara preemptif meminta perusahaan AI Amerika menunda perilisan model sebelum tersedia ke publik.
Menurut laporan Axios dan CNN, kekhawatiran utamanya menyangkut keamanan nasional. Model GPT-5.6 disebut memiliki kemampuan yang sangat canggih sehingga dinilai berpotensi menimbulkan risiko jika langsung diakses secara luas tanpa pengawasan.
CEO OpenAI, Sam Altman, mengonfirmasi dalam sesi tanya jawab internal dengan karyawan pada 25 Juni bahwa perusahaannya akan mematuhi permintaan tersebut. GPT-5.6 akan dirilis secara bertahap (staggered rollout), dimulai dari mitra yang telah mendapatkan persetujuan pemerintah.
Dalam pernyataannya kepada TechCrunch, OpenAI menegaskan bahwa langkah ini bukanlah preseden yang ideal. “Kami tidak percaya proses akses pemerintah semacam ini seharusnya menjadi kebijakan default jangka panjang”, ujar juru bicara OpenAI. “Ini menghalangi pengguna, pengembang, perusahaan, dan mitra global yang membutuhkan alat terbaik.”
Anthropic Mythos 5: Dari Diblokir ke Dirilis Terbatas
Dua pekan sebelumnya, tepatnya 12 Juni 2026, pemerintah AS memblokir dua model AI andalan Anthropic — Claude Mythos 5 dan Claude Fable 5 — dengan alasan keamanan nasional. Langkah mengejutkan ini membuat Anthropic harus menarik akses kedua model tersebut dari semua pengguna.
Namun pada Jumat, 26 Juni, situasi berbalik. Departemen Perdagangan AS mengirimkan surat resmi kepada Anthropic yang memberikan izin agar Mythos 5 — model terkuat mereka di bidang keamanan siber — dapat digunakan kembali oleh lebih dari 100 institusi, termasuk perusahaan besar dan badan pemerintah Amerika.
Menurut laporan Semafor dan The New York Times, model Fable 5 tetap tersedia untuk publik umum. Keputusan ini memberikan angin segar bagi Anthropic setelah dua pekan berada dalam ketidakpastian regulasi.
Dinamika Regulasi AI yang Semakin Kompleks
Dua peristiwa ini menggambarkan pendekatan pemerintahan Trump yang ambigu terhadap industri AI. Di satu waktu, pemerintah membatasi akses terhadap model-model canggih. Di waktu lain, justru membuka akses terbatas untuk institusi tertentu.
Para pengamat menilai kebijakan ini menunjukkan bahwa Washington tengah mencari keseimbangan antara mendorong inovasi dan melindungi kepentingan keamanan nasional. Model staggered release — di mana model canggih hanya bisa diakses oleh mitra tepercaya sebelum dirilis secara luas — bisa menjadi cetak biru untuk regulasi AI ke depan.
Namun, langkah ini juga memunculkan kekhawatiran baru. Akses eksklusif ke model AI paling canggih untuk sekelompok perusahaan tertentu berpotensi menciptakan kesenjangan kompetitif. Perusahaan kecil dan startup bisa tertinggal jika hanya perusahaan besar yang mendapat akses awal ke model-model frontier.
Dampak Global
Kebijakan AS ini memiliki implikasi global. Negara-negara lain, termasuk Indonesia, sedang merumuskan kerangka regulasi AI mereka sendiri. Cara AS menangani keseimbangan antara inovasi dan keamanan akan menjadi referensi penting bagi banyak negara.
Di Indonesia sendiri, penggunaan AI chatbot sebagai sumber berita telah mencapai 12% dalam satu pekan terakhir menurut laporan Reuters Digital News Report 2026, menempatkan Indonesia di peringkat atas dunia dalam adopsi AI untuk konsumsi informasi.
Kesimpulan
Pekan ini menandai titik balik dalam hubungan antara pemerintah AS dan industri AI. Permintaan kepada OpenAI untuk menunda GPT-5.6 dan pelonggaran akses terhadap Anthropic Mythos 5 menunjukkan bahwa pemerintah tidak lagi menjadi penonton pasif dalam perkembangan AI. Pertanyaan besarnya: apakah model staggered release ini akan menjadi norma baru — atau sekadar langkah sementara di tengah ketidakpastian regulasi global?