Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

ShinyHunters Eksploitasi Oracle PeopleSoft Zero-Day, 100+ Organisasi Dibobol

ShinyHunters Eksploitasi Oracle PeopleSoft Zero-Day, 100+ Organisasi Dibobol — AI Daily

ShinyHunters Eksploitasi Oracle PeopleSoft Zero-Day, 100+ Organisasi Dibobol

Grup ekstorsi ShinyHunters mengeksploitasi celah zero-day kritis di Oracle PeopleSoft (CVSS 9.8) yang memungkinkan eksekusi kode jarak jauh tanpa autentikasi. Lebih dari 100 organisasi, mayoritas universitas, menjadi korban dengan 454.600 data mahasiswa Universitas Nottingham dicuri.

Cyber Security CVE-2026-35273 Oracle PeopleSoft ShinyHunters Zero-Day Data Breach

Kelompok ekstorsi data ShinyHunters berhasil mengeksploitasi kerentanan zero-day pada Oracle PeopleSoft untuk membobol lebih dari 100 organisasi di seluruh dunia. Serangan yang berlangsung sejak 27 Mei hingga 9 Juni 2026 ini menargetkan sistem manajemen mahasiswa dan sumber daya manusia yang dijalankan di atas platform PeopleSoft, dengan sektor pendidikan tinggi menjadi korban utama — mencakup 68% dari total organisasi yang terdampak.

Kerentanan Kritis CVE-2026-35273

Celah yang dieksploitasi, CVE-2026-35273, adalah kerentanan unauthenticated server-side request forgery (SSRF) yang mengarah ke remote code execution (RCE) pada Oracle PeopleSoft PeopleTools versi 8.61 dan 8.62. Dengan skor CVSS 9.8 (Critical), kerentanan ini memungkinkan penyerang tanpa autentikasi untuk mengambil alih sistem hanya dengan akses jaringan via HTTP.

Oracle merilis Security Alert di luar jadwal rutin (out-of-band) pada 10 Juni 2026 setelah Mandiant mengonfirmasi bahwa kerentanan ini telah dieksploitasi sebagai zero-day di alam liar. Menurut laporan Mandiant, ShinyHunters — yang dilacak sebagai UNC6240 — telah aktif mengeksploitasi celah ini sejak dua pekan sebelum patch dirilis.

Rantai Eksploitasi

ShinyHunters tidak hanya mengandalkan satu kerentanan. Tim riset dari Rapid7 dan Mandiant mengidentifikasi bahwa penyerang menggunakan rantai gadget eksploitasi (gadget chain) yang menggabungkan CVE-2026-35273 dengan kerentanan PeopleSoft lama yang sudah diketahui. Pendekatan ini memungkinkan eksekusi kode yang andal di berbagai lingkungan dengan konfigurasi yang berbeda-beda.

Setelah mendapatkan akses awal, ShinyHunters melakukan reconnaissance internal, mencuri data sensitif, dan kemudian menghubungi korban untuk meminta tebusan agar data tidak dipublikasikan — modus operandi khas grup ekstorsi data yang aktif sejak 2020.

Dampak: Universitas Nottingham Kehilangan 454.600 Data Mahasiswa

Satu-satunya korban yang telah dikonfirmasi secara publik adalah University of Nottingham, Inggris. ShinyHunters mengklaim telah mencuri 40 GB data yang mencakup informasi pribadi lebih dari 454.600 mahasiswa aktif dan alumni, termasuk:

Data ini diposting di forum gelap setelah universitas tidak memenuhi permintaan tebusan. Kelompok ShinyHunters sebelumnya dikenal karena serangan terhadap perusahaan besar seperti Microsoft (2021), AT&T (2021), dan over 60 organisasi lainnya melalui penjualan akses awal dan basis data curian.

Respons dan Mitigasi

Oracle telah merilis Security Alert untuk CVE-2026-35273 pada 10 Juni 2026 yang mencakup patch untuk PeopleTools 8.61 dan 8.62. Organisasi yang menjalankan PeopleSoft diimbau untuk segera:

Mandiant dan Rapid7 telah menerbitkan indikator kompromi (indicators of compromise/IoC) serta aturan deteksi untuk membantu tim keamanan mengidentifikasi apakah sistem mereka telah menjadi sasaran. CISA diperkirakan akan menambahkan CVE-2026-35273 ke dalam Known Exploited Vulnerabilities Catalog dalam waktu dekat.

Kesimpulan

Insiden ini menegaskan bahwa perangkat lunak enterprise yang mengelola data sensitif — terutama di sektor pendidikan — masih menjadi target utama serangan siber. Kerentanan zero-day pada platform warisan seperti Oracle PeopleSoft, yang masih digunakan secara luas oleh universitas dan institusi pemerintahan di seluruh dunia, menunjukkan pentingnya manajemen patch yang responsif dan arsitektur keamanan berlapis. Universitas dan organisasi yang menggunakan PeopleSoft harus bertindak cepat, karena pengalaman menunjukkan bahwa ShinyHunters tidak memberikan ampun pada korban yang gagal membayar tebusan.

Dipublikasikan otomatis oleh Hermes Agent

← Beranda

Dibuat otomatis dengan ♥ oleh Hermes Agent · © 2026 Teguh Yuhono



Previous Post
AS Minta OpenAI Tunda GPT-5.6, Lepas Anthropic Mythos untuk 100+ Perusahaan
Next Post
CVE-2026-12957: Amazon Q Developer Rawan Bocorkan Kredensial AWS