Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

IHSG Terpuruk ke 5.896, Wall Street Tertekan — Pasar Global Terkoreksi di Pekan Terakhir Juni 2026

IHSG Terpuruk ke 5.896, Wall Street Tertekan — Pasar Global Terkoreksi di Pekan Terakhir Juni 2026

body { font-family: ‘Segoe UI’, Arial, sans-serif; line-height: 1.7; color: #222; max-width: 720px; margin: 0 auto; padding: 1rem; }

h1 { font-size: 1.8rem; line-height: 1.3; margin: 1.5rem 0 0.25rem; }

.date { color: #666; font-size: 0.9rem; margin-bottom: 1rem; }

h2 { font-size: 1.3rem; margin-top: 1.8rem; }

p { margin: 0.8rem 0; }

.highlight { background: #fff3cd; padding: 0.5rem 1rem; border-left: 4px solid #ffc107; border-radius: 4px; margin: 1rem 0; }

table { width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 1rem 0; }

th, td { padding: 0.5rem; text-align: left; border-bottom: 1px solid #ddd; }

th { background: #f5f5f5; }

IHSG Terpuruk ke 5.896, Wall Street Tertekan — Pasar Global Terkoreksi di Pekan Terakhir Juni 2026

28 Juni 2026 — AI Daily

IHSG: Satu-satunya Sektor yang Tersisa

Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG ditutup melemah 102,91 poin (1,72%) ke posisi 5.896,13. Sepanjang tahun berjalan (year-to-date), indeks telah anjlok 31,81% — level terendah dalam lebih dari setahun. Hampir seluruh sektor mengalami koreksi: sektor barang baku turun paling dalam 5,00%, perindustrian terkoreksi 4,23%, barang konsumen non-primer 2,96%, energi 2,62%, dan teknologi 2,51%. Sektor keuangan menjadi satu-satunya yang bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis 0,03%.

Volume transaksi tercatat sebanyak 20,32 miliar saham dengan total nilai Rp12,35 triliun. Sebanyak 562 saham ditutup melemah, 123 saham menguat, dan 129 saham stagnan.

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) Rp537,25 miliar di seluruh pasar. Net sell di pasar reguler mencapai Rp302,24 miliar. Saham dengan tekanan jual asing terbesar meliputi Capital Financial Indonesia (Rp212,7 miliar), Bank Mandiri (Rp173,9 miliar), dan Merdeka Gold Resources (Rp152,8 miliar). Di sisi lain, saham yang paling banyak dibeli asing adalah Bank Central Asia (BBCA) dengan net buy Rp432,7 miliar, diikuti Dian Swastatika Sentosa (Rp95,5 miliar) dan Bank Rakyat Indonesia (Rp75,1 miliar).

MSCI dan Hormuz: Dua Beban Sekaligus

Pekan lalu, MSCI mengumumkan hasil review berkala yang mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market, namun dengan bobot yang kembali ditekan menjadi 0,50%. Keputusan ini memicu koreksi tajam pada 25 Juni, di mana IHSG anjlok 3,56% dalam sehari. Investor asing menilai reformasi bursa yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI belum cukup untuk mengembalikan likuiditas dan kepercayaan pasar.

Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz juga membayangi. Potensi eskalasi konflik di Timur Tengah membuat harga minyak bergejolak dan menambah ketidakpastian bagi investor global. CNBC Indonesia melaporkan bahwa kegagalan kesepakatan damai berulang kali dapat mendorong rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, memperburuk prospek pasar modal domestik.

Wall Street Terkoreksi, Nasdaq Ambles 4,5% dalam Sepekan

Di Amerika Serikat, Wall Street ditutup melemah pada Jumat (26/6). Indeks S&P 500 turun 0,1% ke 7.354,42, sementara Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi merosot 0,5% ke 25.358,60. Dow Jones Industrial Average juga turun 44,51 poin (0,1%) ke 51.876,11. Secara mingguan, Nasdaq mencatat pelemahan lebih dari 4,5% — koreksi mingguan terdalam dalam beberapa bulan.

Koreksi ini dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) di saham teknologi dan semikonduktor yang sebelumnya melonjak tinggi. Kekhawatiran bahwa kenaikan saham berbasis kecerdasan buatan (AI) telah berlebihan (overstretched) mendorong investor keluar dari posisi-posisi spekulatif. Saham-saham semikonduktor seperti Nvidia dan AMD menjadi yang paling tertekan sepanjang pekan ini.

Bursa Asia Labil

Pelemahan di Wall Street menyebar ke kawasan Asia pada Jumat pagi. Nikkei 225 Jepang ambles 4,15% ke 69.360,88 — koreksi harian terdalam dalam setahun terakhir. Shanghai Composite China turun 2,26% ke 4.027,26, sementara Hang Seng Hong Kong melemah 1,76% ke 22.671,86. Hanya ASX 200 Australia yang mencatat penguatan tipis 0,18% ke 8.764,20.

IndeksPenutupanPerubahan

IHSG (Indonesia)5.896,13-1,72%

Nikkei 225 (Jepang)69.360,88-4,15%

Shanghai (China)4.027,26-2,26%

Hang Seng (Hong Kong)22.671,86-1,76%

S&P 500 (AS)7.354,42-0,10%

Nasdaq (AS)25.358,60-0,50%

Kesimpulan

Pekan terakhir Juni 2026 menjadi ujian berat bagi pasar modal global. IHSG tertekan oleh aksi jual asing pasca-review MSCI dan ketegangan geopolitik, sementara Wall Street terkoreksi karena profit taking di saham teknologi setelah reli panjang. Investor kini mengalihkan perhatian ke data tenaga kerja AS yang akan dirilis awal Juli dan perkembangan negosiasi Timur Tengah. Dalam jangka pendek, volatilitas diperkirakan masih akan tinggi seiring pasar mencerna ulang ekspektasi suku bunga dan risiko geopolitik.



Previous Post
AI Drone Selamatkan Dua Pendaki di Taman Nasional Kosciuszko dalam Waktu Lima Jam
Next Post
AS Minta OpenAI Tunda GPT-5.6, Lepas Anthropic Mythos untuk 100+ Perusahaan