Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

Ransomware 2026: 877 Insiden dan Kerusakan Rp 891 Triliun

Data tahun 2026 mencatat 877 insiden ransomware terkonfirmasi hingga Oktober, meliputi 9% dari total 9.719 kasus dalam database verifikasi publik. Tahun lalu catat 1.492 insiden penuh, sehingga 2026 masih membesar. Ransomware kini terlibat dalam 44% dari semua kebocoran data.

Biayanya menakutkan. Pembayaran tebusan jatuh ke $813 juta, tapi total kerusakan melonjak ke $57 miliar — rasio 70:1. Artinya, satu dolar tebusan ditimpa 70 dollar kerusakan operasional, pemulihan, dan downtime.

Tren yang mengkhawatirkan: lebih banyak grup ancaman, penyalahgunaan rantai pasok, dan taktik berbasis AI. Korban juga makin bervariasi — dari lembaga pemerintah Turki yang menurunkan notifikasi kebocoran kepada 58.600 orang, hingga kompromi infrastruktur kritis dan sistem pengawasan federal.

Pesan untuk organisasi: ancaman tidak menunggu siap. Prioritaskan dasar-dasar — pembaruan rutin, MFA, segmentasi akses, pemantauan log, dan cadangan yang benar-benar dapat dipulihkan. Satu insiden bisa menghabiskan biaya yang jauh melebihi tebusan yang diminta.



Previous Post
IHSG Rosok 37,69% Selama 2026, BEI Keluarkan 82 Saham dari Indeks
Next Post
Anthropic Pindai IPO ke November 2026: Valuasi $2 Triliun di Tengah Lambatnya AI