Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

Ransomware 2026: 876 Insiden Terverifikasi, Celah VMware Jadi Target Terkuat

Data 2026 makin gelap. Ransomnews mencatat 876 insiden ransomware terkonfirmasi tahun ini, setiap kasus diverifikasi lewat notifikasi pelanggaran, pengajuan regulasi, atau dokumen pengadilan. Angka itu bukan sekadar statistik — mayoritas berakhir di pembayaran atau pemulihan data yang memakan berminggu-minggu.

Di tengah gelombang itu, satu celah menonjol. CVE-2026-59310 adalah bug VMware vCenter dengan skor CVSS 9.8, kategori Remote Code Execution. CISA memasukkan ke katalog Known Exploited Vulnerabilities dan menegaskan kelompok ransomware sudah memanfaatkannya secara aktif. Artinya, bukan lagi celah teoretis — sudah dieksploitasi di lapangan.

Bagi organisasi yang masih menjalankan vCenter, langkahnya sama: patch, patch, patch. Tanpa patch, celah ini adalah jalan masuk gratis bagi attacker untuk mengambil alih hypervisor, mengenkripsi VM, dan menuntut tebusan.

Sementara itu, laporan AwanPintar.id menyebut Indonesia menghadapi 16 serangan siber per detik sepanjang semester pertama 2026. Eset menyiapkan platform perlindungan berbasis AI sebagai respons. Di tingkat global, CISA juga menambah 8 CVE baru ke KEV dalam sepekan terakhir, menunjukkan tekanan yang tidak berhenti.

Pelajaran utamanya konsisten. Celah yang sudah dikenal dan di-patch tersedia bukan lagi ancaman serius — yang membunuh adalah celah yang sudah dikonfirmasi dieksploitasi tetapi masih dibiarkan terbuka. VMware vCenter, SharePoint lama, dan patch tertunda lainnya: daftar yang sama setiap kuartal.



Previous Post
NVIDIA dan Microsoft Genggam PC Windows lewat AI Agents: Era Baru RTX Spark
Next Post
IHSG Rebound ke 6.094 di Tengah Tekanan Global: BI Main Cerdas