IHSG ditutup menguat 1,04% ke level 6.094,35 pada perdagangan Jumat (9 Oktober 2026), memulihkan sebagian dari koreksi 1,88% sehari sebelumnya. Seluruh 11 sektor berakhir di zona hijau, dengan industri naik 2,03%, material dasar 1,8%, dan infrastruktur 1,3%.
Secara year-to-date, IHSG masih tertekan -29% dari posisi 8.646 pada akhir 2025. Titik terendah tahun ini tercatat di 5.342 pada 8 Juni 2026. OJK menyatakan optimisme pemulihan pasar, namun pergerakannya tetap dipengaruhi dinamika global dan kinerja fundamental emiten.
Dari dalam negeri, dua berita institusional menjadi pendorong utama. Bank Indonesia menerapkan insentif biaya hedging (hingga 30% untuk DNDF dan 25% untuk swap), yang berhasil menarik inflow modal asing sebesar US$8 miliar. Strategi ini dipilih daripada menaikkan suku bunga — langkah yang tepat di tengah yield obligasi AS yang masih tinggi.
Sementara itu, Bank Mandiri (BMRI) mendapat lisensi bullion dari OJK dan mengintegrasikan layanan emas digital langsung di Livin’ by Mandiri, dengan 42,1 juta pengguna. Harga emas global menguat ke US$4.214/oz, momentum yang mendukung ekspansi bisnis emas bank.
Untuk investor: rebound 1% masih di dalam zona koreksi. Posisi 6.000-6.500 jadi area yang dipantau untuk rebound lanjutan. Jaga stop loss, jangan FOMO.