Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

Ransomware 2026: 858 Insiden Dikonfirmasi, KillSec Digerebek Polisi

Sejumlah laporan mengonfirmasi bahwa jumlah serangan ransomware terus membesar. Ransomnews mencatat 858 insiden yang terverifikasi sepanjang 2026, berdasarkan sumber publik seperti notifikasi kebocoran data, laporan regulasi, catatan pengadilan, hingga pemberitaan media. Setiap insiden dicek silang agar tidak ada klaim tanpa bukti.

Angka ini bukan anomali. Laporan risiko siber menunjukkan lonjakan 235% dari tahun ke tahun, dengan 5.096 insiden pada 2025 berbanding 1.518 pada 2024. Artinya, organisasi di seluruh dunia tengah menghadapi krisis yang menuntut respons cepat, bukan sekadar protokol rutin.

Di sisi penegakan hukum, upaya pembongkaran mulai membuahkan hasil. Pada 2 Oktober 2026, pihak kepolisian berhasil menggagalkan operasi kelompok ransomware KillSec dengan menangkap sejumlah tersangka kunci dan menyita aset terkait. Langkah ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas negara masih efektif menghentikan aktor ancaman.

Bagi pelaku usaha dan individu, pesan sederhana: siapkan cadangan data secara rutin, gunakan autentikasi dua faktor, dan waspada terhadap email phishing sebagai pintu masuk utama serangan. Ransomware tumbuh bukan karena teknologi musuh makin canggih semata, tetapi karena serangan pertama hampir selalu bermula dari satu tautan yang diklik tanpa cek. (Sumber: ransomnews, thetechedvocate, infosecurity-magazine)



Previous Post
IHSG Mulai Rebound: Rupiah dan Dana Asing Jadi Penentu
Next Post
Evaluasi MSCI November 2026: Indonesia Amankan Status Emerging Market, 10 Saham Terdepak