Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan sinyal rebound setelah koreksi beberapa waktu terakhir. Analisis teknikal dari Mirae Asset Sekuritas mencatat terbentuknya wave X, menandakan fase pemulihan harga.
Level Kunci
Sinyal rebound terlihat dari struktur wave yang terbentuk. Nafan Aji Gusta, senior market analyst Mirae Asset, memproyeksikan level support 5.973 dan 5.851, serta resistance 6.180 dan 6.335. Investor perlu memperhatikan kedua level ini sebagai pengaman posisi.
Tekanan Asing
Meskipun ada sinyal teknikal positif, tekanan dari luar masih nyata. Aksi jual bersih (net foreign sell) mencapai Rp1,31 triliun pada perdagangan Jumat 2 Oktober 2026. Secara year to date, total outflow asing menembus Rp107,43 triliun. Angka ini mengindikasikan bahwa banyak investor asing belum sepenuhnya kembali ke pasar domestik.
Sentimen Eksternal
Pasar global saat ini sedang menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Sentimen ini bisa menjadi katalis positif bagi saham-saham growth dan emiten sensitif terhadap suku bunga. Namun, efeknya berpotensi terbatas jika tekanan rupiah, kenaikan imbal hasil SBN domestik, dan arus keluar dana asing masih berlanjut.
“Khususnya faktor rupiah menjadi penentu utama,” ujar Nafan.
Yang Perlu Diwaspadai
Bagi investor ritel, rebound ini bukan sinyal untuk langsung agresif. Tiga hal tetap jadi pengaman:
- Rupiah — jika melemah lanjutan, tekanan ke IHSG meningkat
- Net foreign sell — selama outflow belum berubah arah, rebound rentan koreksi
- SBN — kenaikan imbal hasil obligasi domestik bisa mengerek biaya dana
Rebound teknikal tetap layak dipantau, tapi disiplin stop loss dan posisi cash masih relevan di fase ini.