Kabar paling penting minggu ini: celah autentikasi Ivanti Connect Secure yang dikenal sebagai CVE-2026-104935 sudah dieksploitasi aktif di lapangan sejak sekitar 1 Oktober. Celah dengan tingkat bahaya tinggi ini memungkinkan penyerang jarak jauh, tanpa kredensial, menjalankan perintah sembarang di sistem ICS dengan kompleksitas rendah dan tanpa interaksi pengguna. CISA telah mencantumkan CVE ini di daftar kerentanan yang sedang dieksploitasi, dan meminta tim keamanan memperbaiki perangkat secara segera.
Pemeriksa keamanan Volexity mencatat aktor ancaman yang diteluri sebagai UTA0576 sudah menggunakan rantai eksploitasi yang menggabungkan bypass autentikasi, eksekusi kode jarak jauh, dan eskalasi priviledge untuk mencapai eksekusi level root tanpa autentikasi. Penyerang kemudian berfokus mencuri kredensial Active Directory, termasuk kata sandi LAPS dan kunci pemulihan BitLocker.
Serangan Siber Global Naik 48%
Laporan intelijen ancaman Check Point Research memperkirakan serangan siber global pada September 2026 naik 48% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rata-rata 2.803 serangan per organisasi per minggu. Sektor pendidikan kembali menjadi target utama, dan serangan ransomware melonjak 53%. Satu dari 39 prompt GenAI enterprise juga berisiko tinggi membocorkan data sensitif.
Patch yang Perlu Diprioritaskan
Selain Ivanti, beberapa kerentanan lain yang perlu segera diatasi:
- CVE-2025-64393 (Veeam, CVSS 9.4) — remote code execution oleh pengguna backup berpriviledge rendah.
- CVE-2026-76455 (Cisco NX-OS, CVSS 9.8) — akses tak sah pada infrastruktur jaringan.
- CVE-2026-21589 (Atlassian, CVSS 9.3) — akses file sembarang di 8 produk Data Center.
- CVE-2026-88779 (Citrix NetScaler, CVSS 8.7) — memory overflow dengan eksploitasi yang sudah ditargetkan.
Bagi admin: pastikan patch terpasang, audit log akses, dan siapkan langkah forensik untuk mendeteksi apakah perangkat sudah dibobol. Waktu respons singkat adalah kunci.