Pasar modal Indonesia masih dibayangi tekanan jual. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 36,55 poin atau 0,55 persen ke posisi 6.552,79 pada perdagangan Jumat pagi, melanjutkan tren negatif yang membayangi bursa sepanjang pekan. Sentimen investor tetap hati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi global dan arus dana asing.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 07-11 September 2026 mengonfirmasi pelemahan tersebut. Kapitalisasi pasar tercatat Rp11.446 triliun, turun 1,32 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Penurunan kapitalisasi ini menunjukkan sebagian besar saham ditutup di zona negatif, sejalan dengan minimnya katalis positif dalam sepekan terakhir.
Meski harga saham tertekan, partisipasi investor justru terus bertumbuh. Jumlah investor pasar modal kini telah menembus lebih dari 19 juta, dengan anak muda sebagai kelompok yang paling mendominasi. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya literasi dan minat generasi muda terhadap investasi, meskipun perlu diimbangi pemahaman risiko yang matang.
Di tengah pelemahan, sektor data center muncul sebagai peluang baru. Ledakan penggunaan kecerdasan buatan (AI) mendorong bisnis data center di Indonesia semakin marak, membuka peluang bagi sekitar 16 saham BEI yang berpotensi menjadi penerima manfaat, mulai dari emiten listrik, kawasan industri, hingga jaringan dan telekomunikasi.
Dengan pasar yang masih fluktuatif, investor disarankan tetap selektif dan memperhatikan fundamental emiten, serta tidak hanya mengejar aksi spekulasi jangka pendek. Diversifikasi portofolio menjadi kunci menghadapi volatilitas yang masih berpotensi berlanjut.