Pekan kedua September 2026 ditutup dengan deretan temuan keamanan yang layak diwaspadai. Check Point mengumumkan dua kerentanan pada sertifikat VPN miliknya dengan skor CVSS 9.8 — kategori kritis — yang memungkinkan eksekusi kode jarak jauh (RCE) tanpa autentikasi. Parahnya, celah ini disebut sudah mulai dieksploitasi di lapangan, sehingga admin jaringan disarankan segera menerapkan patch.
Serangan bertenaga AI juga kian nyata. Seorang penyerang yang menargetkan server pencetakan PaperCut menggunakan ratusan agen AI untuk membobol lebih dari 440 instans secara paralel. Agen-agen ini memindai, memilih target, dan menjalankan eksploitasi tanpa campur tangan manusia — gambaran jelas tentang otomatisasi serangan di era baru.
Di sisi regulasi, CISA menambahkan sejumlah kerentanan yang dieksploitasi aktif pada produk Cisco, Citrix, dan Fortinet ke daftar Known Exploited Vulnerabilities, dengan tenggat patch untuk lembaga federal AS pada 12 September. Sementara itu, ekosistem Android kembali jadi sasaran: Google Play Early Access disalahgunakan untuk menyebar ribuan aplikasi menipu, malware Gigabud ditemukan menyamar lewat Android Work Profiles agar lolos dari pemeriksaan aplikasi perbankan, dan laporan mingguan mencatat 200 celah Android baru serta 119 ribu toko scam.
Bagi pengguna umum, langkah praktisnya tetap sama: perbarui perangkat lunak segera, batasi izin aplikasi, dan waspadai aplikasi dari sumber tidak resmi.