Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

IHSG Menuju 7.000: Target JPMorgan dan Jajaran Aturan Baru BEI

Pasar modal Indonesia kembali menjadi sorotan global. JPMorgan menyatakan investor tidak akan bisa melupakan Indonesia dan memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat ke level 7.000 pada akhir 2026. Optimisme ini datang di tengah pergerakan indeks yang masih tertahan di kisaran 6.705 pasca pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pelemahan tersebut dinilai investor sebagai konsolidasi, bukan koreksi besar. Sentimen global sebenarnya positif, tetapi pasar memilih menunggu kejelasan sejumlah aturan baru Bursa Efek Indonesia (BEI).

Salah satu katalis yang paling dinantikan adalah rencana BEI menetapkan harga minimum saham sebesar Rp 1. JPMorgan menilai kebijakan ini bisa membuat sentimen pasar lebih positif, terutama bagi emiten berkapitalisasi kecil yang selama ini kesulitan menarik minat investor ritel. Selain itu, BEI juga menyiapkan jembatan akses bagi broker Indonesia untuk masuk ke pasar global, membuka peluang diversifikasi investasi lintas negara.

Di sisi lain, proses demutualisasi BEI terus berjalan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membatasi kepemilikan saham BEI maksimal 5 persen per pemegang saham pasca-demutualisasi, langkah untuk menjaga independensi bursa dari dominasi pihak tertentu.

Analis mengingatkan potensi pullback jangka pendek, namun tetap merekomendasikan sejumlah saham berfundamental kuat untuk dicermati. Dengan target 7.000 dari JPMorgan, pasar modal Indonesia masih menyimpan ruang pertumbuhan yang menarik hingga akhir tahun.



Previous Post
Serangan Siber ke Boston Scientific: Sektor Medis Jadi Target Utama
Next Post
74% Serangan Phishing Global Kini Memanfaatkan AI Generatif