Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

IHSG Sideways di Level 6.678, Minyak dan Data Ritel Jadi Penentu

Pasar saham Indonesia kembali menjadi sorotan pada perdagangan Kamis, 10 September 2026. Setelah ditutup di zona merah pada level 6.678,20 pada Rabu (9/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan bergerak sideways dengan sentimen yang masih bercampur.

Pergerakan indeks hari ini disebut-sebut bakal dipengaruhi oleh arah harga komoditas, khususnya minyak dan batubara. Kenaikan harga minyak menjadi faktor yang membayangi laju indeks, sementara investor juga mencermati rilis data penjualan ritel dalam negeri yang bisa menjadi sinyal daya beli masyarakat.

Sejumlah analis menilai IHSG masih berpeluang menguat bila ada katalis positif, meski pergerakannya cenderung terbatas. Beberapa sekuritas memberikan rekomendasi saham yang dipantau untuk perdagangan hari ini, dengan catatan investor tetap waspada terhadap volatilitas harga komoditas global.

Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan atau unsuspensi sejumlah saham, yakni CSMI, UANG, dan MGLV, mulai sesi I hari ini. Langkah ini menambah aktivitas di lantai bursa setelah penghentian sementara sebelumnya.

Momentum jangka menengah pasar modal tetap positif. Sepanjang Agustus 2026, pasar modal Indonesia mencatat penguatan dengan jumlah investor baru menembus 1,07 juta orang. Bertambahnya basis investor ini diharapkan memperdalam likuiditas pasar dan mendukung IHSG untuk kembali menguji level tertingginya dalam beberapa pekan ke depan.

Bagi investor, kunci menghadapi sesi sideways adalah selektif memilih saham berfundamental kuat dan mencermati sentimen komoditas serta data ekonomi domestik yang dirilis hari ini.



Previous Post
Window Eksploitasi Makin Cepat: Penjahat Siber Kini Bertenaga AI
Next Post
Peringatan dari Dalam: Peneliti AI Mundur dan Risiko Kecerdasan Buatan Kian Diperdebatkan