IHSG ditutup menguat 1,12% ke level 5.387,90 pada perdagangan Kamis (22/10). Ini reli tiga hari beruntun.
Konteksnya: indeks sebelumnya ambrol 11,57% ke 5.185 pada 16 Oktober, setelah MSCI membuka konsultasi menurunkan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Rebound ini belum menutup kerugian itu — secara mingguan IHSG masih minus 8,12%, dan sejak awal tahun anjlok 37,69%.
Apa yang Menopang
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di 5,75%, sekaligus menaikkan bunga deposito ke 5%. Sinyal itu memperkuat imbal hasil aset rupiah dan meredam tekanan jual.
Saham bank besar jadi motor reli. BMRI naik 4,05% ke 3.850, BBNI naik 4,92% ke 3.410, BBRI naik 3,20% ke 2.900. Di sisi eksternal, perhatian pasar beralih ke inflasi Inggris dan lonjakan imbal hasil obligasi Prancis.
Apa Artinya Buat Kamu
Jangan buru-buru kejar harga yang baru patah. Rebound tiga hari setelah kejatuhan 11% itu pemulihan dari bawah, bukan konfirmasi tren naik.
Untuk investor value: fokus ke emiten fundamental kuat yang cash flow-nya sehat. Jangan beli kembali saham yang baru kamu jual. Pantau level support 5.300 — kalau jebol, relainya bisa terhenti.
Makanya, tahan dulu. Keputusan besar dilakukan besok, bukan saat market lagi reli.
Sumber
- CNBC Indonesia — IHSG Ditutup Menguat 1,12% ke 5.387
- Kontan — IHSG Menguat 3 Hari Beruntun, Waspadai Profit Taking
- Bisnis.com — Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG 23 Oktober 2026