Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

IHSG Ditutup Merosot di Akhir September, Asing Net Sell Rp 1,7 Triliun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot pada perdagangan hari terakhir September 2025. Indeks melemah 62,18 poin atau 0,77 persen ke level 8.061,06. Tekanan jual terjadi sejak sesi pertama dan berlanjut hingga penutupan, dengan indeks menyentuh level terendah 8.042,82.

Pelemahan dipicu aksi jual besar-besaran oleh investor asing. Data Bursa Efek Indonesia mencatat net sell asing mencapai Rp 1,7 triliun pada hari itu. BBCA menjadi saham yang paling banyak dijual asing senilai Rp 383,58 miliar, diikuti BBRI Rp 229,37 miliar, dan ANTM Rp 124 miliar. Secara keseluruhan, 396 saham melemah, 280 saham menguat, dan 122 saham stagnan dari total transaksi senilai Rp 27,44 triliun.

Meski IHSG tertekan, sejumlah saham mampu melonjak hingga auto reject atas. OILS melesat 34,72 persen ke Rp 260, RMKO naik 34,12 persen ke Rp 228, dan ASLI menguat 34 persen ke Rp 67. Sektor properti dan energi menjadi satu-satunya sektor yang ditutup menguat di tengah tekanan mayoritas sektor lainnya.

Rupiah di pasar spot ditutup menguat tipis 15 poin ke Rp 16.664,5 per dollar AS. Di tengah volatilitas ini, data ekonomi domestik seperti inflasi September dan PMI Manufaktur akan menjadi katalis bagi pergerakan IHSG di awal Oktober.



Previous Post
Serangan Sosial Engineering Semakin Ganas: Pelajaran dari Astrana, DentaQuest, dan Boston Scientific
Next Post
OpenAI Luncurkan GPT-6.1 Sol dan Agen Dots di DevDay 2026