Kelompok peretas ShinyHunters mengklaim mencuri data sensitif karyawan FBI lewat portal lowongan kerja FBIJobs.gov. Rilis 30 September, FBI menyebut sedang “agresif” menyelidiki kebocoran itu, termasuk apakah peretas masuk lewat software pihak ketiga atau sistem internal.
Tim cyber FBI, lewat video di media sosial, menyatakan akan memburu anggota ShinyHunters. Satu terduga sudah ditangkap Kepolisian Nasional Belanda di Amsterdam — meski tangkapan itu mendahului pencurian data personalia.
Diperkirakan beberapa terabita file teks dicuri: aplikasi melamar, data promosi, lowongan sensitif, detail keluarga, bahkan data medis. Pegawai pensiun yang pernah menyamar khawatir identitas mereka bocor.
Asal muasal: riset Google Mandiant menyebut ShinyHunters menargetkan kerentanan PeopleSoft milik Oracle. Patch memang sudah dirilis, tapi beberapa klien memakai firewall sebagai gantinya — dan peretas itu mudah menembusnya.
Pelajaran: patch yang diabaikan, ditambah kepercayaan berlebihan pada tool pihak ketiga, membuka pintu lebar. Dalam lanskap siber, satu sistem yang tak ditambal bisa menjangkau jauh melampaui satu organisasi.