Ancaman ransomware di 2026 tidak lagi sekadar soal malware yang disebar lewat email phishing. Laporan keamanan pada awal September 2026 menunjukkan para penyerang mulai memanfaatkan kecerdasan buatan secara langsung di jalur serangan mereka.
Grup Aurora, kelompok ransomware berbahasa Rusia, dilaporkan menggunakan Cursor AI — sebuah coding assistant berbasis AI — untuk mengeksekusi serangan jaringan (2 September 2026). Alih-alih menulis exploit secara manual, operator Aurora memakai bantuan AI untuk menyusun skrip, menavigasi sistem korban, dan mempercepat lateral movement. Dampaknya: serangan menjadi lebih cepat, lebih otomatis, dan lebih sulit diprediksi karena pola penyerang tidak lagi mengikuti template yang sudah dikenal tim blue team.
Selain kecerdasan buatan, modus social engineering juga makin licik. BleepingComputer mengungkap adanya afiliasi ransomware yang menyamar sebagai layanan pemulihan bernama “Ransom Busters”. Mereka menghubungi korban sebelum serangan dipublikasikan, menawarkan “bantuan” memulihkan data — padahal maksudnya memeras dua kali.
Langkah mitigasi yang perlu diperkuat: backup offline dengan strategi 3-2-1, patching rutin, otentikasi multi-faktor, dan kewaspadaan terhadap pihak yang tiba-tiba menawarkan jasa pemulihan. Jangan membayar tebusan — itu hanya mendanai serangan berikutnya. Di era ransomware yang didukung AI, kesiapan deteksi dan respons menjadi pembeda utama antara korban dan yang selamat.