Grup ransomware LockBit dikabarkan kembali aktif dengan varian baru, LockBit 4.0, yang menargetkan rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan di Amerika Serikat dan Eropa. Menurut laporan BleepingComputer (15 September 2026), varian ini bekerja lebih cepat dalam mengenkripsi data dan melakukan eksfiltrasi data pasien sebelum enkripsi dimulai. Menariknya, serangan awal diduga memanfaatkan CVE-2026-42089, celah remote code execution di Palo Alto PAN-OS, sebagai vektor masuk.
Serangan ke sektor kesehatan bukan kasus tunggal. National Health Service (NHS) England mengonfirmasi kebocoran 2,1 juta catatan pasien melalui vendor pihak ketiga. Data sensitif seperti informasi medis dan alamat terekspos akibat misconfigured AWS S3 bucket, dan ICO (komisaris perlindungan data Inggris) membuka investigasi. Insiden ini menunjukkan risiko berlapis: bukan hanya sistem internal, tetapi juga ekosistem vendor.
Di sisi lain, kampanye phishing memakai kit “Greatness” menyamar sebagai halaman login Microsoft 365 dan telah menjaring lebih dari 40 ribu nasabah bank di Eropa dan Asia Tenggara. Teknik adversary-in-the-middle (AiTM) digunakan untuk mencuri cookie sesi dan melewati autentikasi multifaktor (MFA), taktik yang kini menjadi standar para pelaku.
Cisco juga mengonfirmasi zero-day CVE-2026-38471 pada antarmuka VPN ASA/FTD yang dieksploitasi aktif untuk memasang backdoor dan mencuri kredensial. Belum ada workaround, admin diminta segera menerapkan patch.
Pelajaran untuk organisasi: perbarui perangkat perimeter segera, audit konfigurasi layanan cloud, dan jangan andalkan MFA saja sebagai pertahanan akhir.