Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

Jensen Huang Berseberangan dengan Altman dan Musk: 'Kami Tidak akan Membiarkan AI Melambat'

Debat soal kecepatan pengembangan kecerdasan buatan kini memecah belah para pemimpin industri. Jensen Huang, CEO Nvidia, dilaporkan mengatakan kepada Presiden Trump bahwa “kami tidak akan membiarkan perlambatan AI terjadi”. Pernyataan itu muncul di tengah hiruk-pikuk diskusi global tentang apakah industri harus mengerem laju pengembangan model paling canggih.

Posisi Huang jelas berseberangan dengan dua tokoh besar lainnya. Elon Musk dan Sam Altman disebut mendukung seruan Dario Amodei, CEO Anthropic, untuk memperlambat laju pengembangan AI frontier — gagasan yang dikenal dengan istilah “pace the frontier”. Altman bahkan sebelumnya menyebut langkah OpenAI melantai di bursa pada 2026 sebagai keputusan yang tidak bijaksana, sebagian karena fokus perusahaan saat ini adalah menavigasi fase transisi industri.

Perbedaan sikap ini wajar, mengingat posisi Nvidia sebagai pemasok utama chip untuk pelatihan model AI. Selama permintaan komputasi AI tumbuh, pendapatan Nvidia ikut melesat. Perlambatan pengembangan model berarti permintaan GPU yang lebih rendah — sesuatu yang jelas tidak diinginkan Huang.

Di sisi lain, kekhawatiran terhadap dampak AI juga menguat. Microsoft baru saja merilis “kode etik” AI yang berisi prinsip bahwa model tidak boleh meretas sistem atau menipu manusia, serta harus mendukung manusia, bukan menggantikannya.

Pertanyaannya kini: akankah industri memilih jalan lambat yang lebih aman, atau tetap gaspol mengejar kemampuan baru? Dengan tokoh sekaliber Huang, Altman, Musk, dan Amodei berada di kubu berbeda, jawabannya belum jelas. Yang pasti, arah kebijakan AI global akan sangat dipengaruhi oleh pertarungan wacana ini.



Previous Post
IHSG Hadapi Pekan Katalis: The Fed dan BoJ Menentukan Arah September
Next Post
Ancaman Siber September 2026: Patch Kritis SAP, Serangan AI Agentic, dan Ransomware Rantai Pasok