Awal September 2026 ditandai gelombang serangan ransomware dan eksploitasi kerentanan kritis di berbagai sektor. SecurityWeek melaporkan geng ransomware The Gentlemen mengklaim peretasan terhadap Nutex Health; data pribadi dan bisnis pasien dilaporkan dicuri dari jaringan perusahaan.
Sektor finansial tak luput. Serangan ransomware terhadap Jack Henry, penyedia layanan perbankan, memanfaatkan voice phishing untuk mengeksploitasi kepercayaan karyawan. Data berhasil diekstrak dari 10 dari 7.200 bank mitra, membuktikan bahwa rekayasa sosial tetap menjadi titik masuk paling lemah. Sementara itu, US Bank tengah menyelidiki klaim LockBit yang mengancam mempublikasikan data curian pada 3 September. Di Inggris, tiga bandara terkena serangan ransomware dengan dampak hingga 8,7 juta pelanggan.
Dari sisi kerentanan, CVE-2026-82329 pada JFrog Artifactory menjadi sorotan. Celah bypass autentikasi yang memberi akses level admin ini dilaporkan dieksploitasi di alam liar hanya beberapa hari setelah publikasi. Platform AI open-source MLflow juga menjadi incaran peretas; organisasi pengguna diminta segera memasang patch dan menyelidiki potensi pencurian kredensial.
Pola yang muncul: kelompok ransomware memberi korban tenggat singkat — tujuh hari — untuk membayar tebusan, guna menekan negosiasi. Pelajaran untuk organisasi: perkuat verifikasi multi-faktor, segmentasi jaringan, patch cepat untuk perangkat lunak yang terpapar publik, dan pastikan rencana backup serta pemulihan teruji sebelum insiden terjadi.