FBI dan EPA mengeluarkan peringatan keamanan bersama soal gelombang serangan siber yang menargetkan sektor air dan limbah (Water and Wastewater Sector/WWS) di Amerika Serikat. Sejak 27 Juli 2026, utilitas air di setidaknya tujuh negara bagian melaporkan insiden kepada FBI, dan sebagian aktivitas tersebut berhasil menurunkan operasi pengolahan air.
Sasaran utamanya adalah programmable logic controller (PLC) — komputer industri kecil yang mengendalikan pompa, katup, dan proses pengolahan — yang terhubung langsung ke internet. Pelaku mengeksploitasi PLC yang terekspos publik untuk mengganggu operasional tanpa harus menembus jaringan kantor lebih dulu. Ini pola khas serangan infrastruktur kritis: pintu masuk sederhana, dampak fisik nyata.
Kejadian ini menyusul serangan ke sistem air Minnesota pekan lalu yang menimpa lebih dari 30 komunitas. Polanya makin jelas: utilitas publik menjadi target favorit karena sistem lamanya rentan dan minim pemantauan.
Di sisi lain, pemerintah AS juga memperkuat respons hukum. Sekretaris Negara Marco Rubio mengumumkan kebijakan pembatasan visa global baru pada 23 Juli 2026 berdasarkan Section 212(a)(3)(C) Undang-Undang Imigrasi dan Kewarganegaraan. Kebijakan ini menargetkan individu yang bertanggung jawab atau terlibat dalam kejahatan siber — mulai dari penipuan investasi online hingga sextortion — termasuk anggota keluarga dekat mereka.
Bagi operator infrastruktur, pesannya jelas: audit aset yang terhubung internet, terapkan segmentasi jaringan, dan aktifkan autentikasi kuat pada perangkat OT. Serangan ke PLC air bukan lagi skenario fiksi — sudah terjadi, dan terus meluas.