Pasar modal Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sepanjang 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per April 2026, jumlah investor pasar modal telah mencapai 26,12 juta Single Investor Identification (SID). Angka ini mencerminkan minat investasi yang terus meningkat di tengah masyarakat, didorong oleh digitalisasi akses pasar modal dan literasi keuangan yang semakin meluas.
Dari sisi emiten, BEI mencatat sebanyak 957 perusahaan tercatat per akhir Mei 2026. Jumlah ini menunjukkan ekosistem pasar modal yang semakin lengkap dengan beragam sektor — dari perbankan, konsumsi, infrastruktur, hingga teknologi. Antrean IPO masih terlihat panjang, menandakan antusiasme korporasi untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan.
Di sisi perdagangan, IHSG bergerak dinamis sepanjang Juli 2026. Setelah menyentuh level 5.920 pada awal Juli, indeks berhasil menguat dan kembali ke kisaran 5.900-6.300. Analis mencatat tekanan jual asing masih terjadi pada saham-saham big cap, namun aksi beli investor ritel domestik menjadi bantalan yang menjaga stabilitas pasar.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memantau perkembangan dan memastikan pasar berjalan dengan tertib. Dengan kombinasi fundamental ekonomi domestik yang solid, peningkatan jumlah investor, dan dukungan regulator, pasar modal Indonesia tetap berada di jalur pertumbuhan yang positif menuju target 30 juta investor di masa mendatang.