Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

Pasar Modal Indonesia: 5,3 Juta Investor Baru di 2025, IHSG Terkoreksi di Pertengahan 2026

Pasar modal Indonesia menutup 2025 dengan catatan impresif. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor pasar modal bertambah 5,35 juta sepanjang tahun tersebut, dengan dominasi investor pria. Pertumbuhan ini mendorong total Single Investor Identification (SID) ke level tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia.

Tak hanya dari sisi jumlah investor, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mencatatkan pertumbuhan 14,08% sepanjang 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penghimpunan dana melalui pasar modal bisa mencapai Rp 220 triliun, didorong oleh geliat IPO yang masih kuat.

Namun, awal Juli 2026 membawa koreksi. IHSG dibuka loyo di level 6.352 dengan 370 saham melemah, dan terus merosot ke kisaran 6.300-an. Tekanan berasal dari sentimen global—kebijakan ekonomi Amerika Serikat dan perlambatan China—yang turut mempengaruhi bursa Asia, termasuk Indonesia.

Kendati demikian, sejumlah analis menilai koreksi ini bersifat sementara. Infrastruktur pasar modal Indonesia dinilai semakin kuat dalam menghadapi gejolak eksternal. OJK terus mendorong inklusi keuangan dan memperkuat regulasi untuk menjaga kepercayaan investor ritel yang jumlahnya terus bertumbuh.

Bagi investor ritel, kondisi koreksi justru bisa menjadi peluang akumulasi saham-saham fundamental yang terdiskon. Yang terpenting adalah tetap berpegang pada analisis fundamental dan tidak terjebak pada kepanikan jangka pendek. Pasar modal Indonesia tetap menjadi ujung tombak pembiayaan ekonomi nasional yang mandiri dan berdaulat.



Previous Post
Claude Sonnet 5 dan Kimi K3: Persaingan Model AI Coding Makin Ketat
Next Post
Pasar Modal Indonesia: IHSG Menguat, IPO Menggeliat, Investor Tembus 28,9 Juta