Pasar modal Indonesia masih dibayangi tekanan jual. Dari 963 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada sesi 10 September 2026, hanya 161 saham yang berhasil ditutup di zona hijau, sementara 543 saham lainnya melemah. Kondisi ini menunjukkan sentimen investor yang masih berhati-hati di tengah ketidakpastian pasar global dan arus dana asing.
Menariknya, tekanan jual yang luas tidak menghentikan aksi spekulasi pada saham-saham lapis bawah. GSMF melesat 34,78 persen ke level 124, disusul MGNA yang naik 34,65 persen ke 136. KPIG juga mencatat kenaikan 28,79 persen ke 85 dengan volume perdagangan luar biasa besar mencapai 4,78 miliar lembar, menjadi saham paling ramai diperdagangkan pada sesi tersebut.
Volume transaksi yang besar juga terlihat pada BUMI dengan 4,69 miliar lembar, BNBR 1,69 miliar lembar, serta WIRG dan IATA yang masing-masing menembus lebih dari 1,1 miliar lembar. Tingginya volume pada saham-saham berkapitalisasi kecil kerap menjadi tanda aktivitas spekulasi jangka pendek yang perlu diwaspadai investor.
Di sisi lain, tekanan jual terlihat jelas pada saham-saham yang lebih mapan. ESTI turun 12,56 persen, POLA melemah 12,35 persen, PLAN turun 10 persen, serta WINR dan WGSH masing-masing melemah sekitar 9,6 persen.
Pola pergerakan ini mengingatkan bahwa pasar sedang berada dalam fase risk-off. Investor disarankan tetap selektif, memperhatikan fundamental emiten, dan tidak terjebak euforia kenaikan saham spekulatif yang tidak ditopang kinerja.