Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

Pasar Modal Oktober 2026: IHSG Berpotensi Rebound, Net Sell Asing Masih Berat

Setelah September penuh tekanan, pasar modal Indonesia memasuki Oktober dengan harapan rebound. IHSG menutup bulan lalu di 6.071,13, turun 0,83% pada hari terakhir dan terkoreksi 7,95% sepanjang September, membuat posisi year-to-date berada di -29,79%.

Memulai Oktober, bursa bergerak mixed. Pada Senin (5/10), IHSG dibuka menguat 18,27 poin atau 0,30% ke level 6.055,16, menandai pemulihan tipis setelah tekanan sepekan. Investor Daily memproyeksikan penguatan lanjutan hari Selasa, dengan rekomendasi saham ADRO, INCO, MEDC, dan MINA.

Dua analis besar memberikan kisaran serupa untuk Oktober. Budi melihat IHSG bergerak di 5.850-6.400 dengan kecenderungan sideways hingga rebound terbatas. Rully memperkirakan rentang 5.900-6.500. Keduanya mencatat aksi bargain hunting mulai muncul, terutama di sektor telekomunikasi dan perbankan, meskipun short selling juga aktif.

Tantangan utama tetap pada tekanan asing. Pada 1 Oktober, investor asing mencatat net sell sekitar Rp240,4 miliar di pasar reguler, dan secara kumulatif sepanjang 2026 nilainya sudah mencapai Rp107,4 triliun. Level rupiah Rp18.000 menjadi titik psikologis krusial — jika bertahan sebagai resistance, investor asing berpeluang kembali menambah eksposur. Jika jebol, aksi jual lanjutan hampir pasti terjadi.

Untuk investor ritel, situasi ini menuntut disiplin: fokus pada sektor berfundamental kuat, hindari FOMO ke saham yang baru dijual, dan pertahankan horizon jangka menengah. Rebound mungkin datang, tapi syaratnya jelas — rupiah stabil dan net sell asing melambat.



Previous Post
Citrix NetScaler & Zammad Jadi Sasaran Eksploit Aktif — Deadline Federal 5 Oktober
Next Post
Reflection AI Luncurkan Beam: Model Open-Weight Rival DeepSeek dan Qwen