Pasar modal Indonesia menutup Juli 2026 dengan performa menguat. IHSG ditutup di level 6.186,363 pada 30 Juli 2026, naik 1,56% dengan nilai transaksi Rp12,921 triliun. Kapitalisasi pasar BEI melonjak ke Rp10.812 triliun.
Pembukaan Agustus pun positif. IHSG dibuka menguat 0,29% pada 11 Agustus 2026, meski investor tetap waspada terhadap sentimen konsumen yang melemah.
Di sisi indeks global, MSCI mengeluarkan GOTO dari indeks Indonesia periode Mei 2026 karena likuiditas saham anjlok. Saham GOTO terjebak di level Rp50 sejak Mei 2026. Hal ini mengurangi daya tarik bagi dana global yang mengacu pada indeks MSCI.
BEI juga merombak konstituen IDX30 periode Agustus-Oktober 2026. Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dipilih sebagai konstituen baru menggantikan saham yang keluar. Rebalancing ini mencerminkan evaluasi likuiditas dan kapitalisasi pasar per Juli 2026.
Secara bersamaan, BEI melakukan perombakan besar pada JII, ISSI, dan indeks ESG pada evaluasi Mei 2026. Perubahan meliputi indeks syariah (JII, JII70, ISSI) maupun indeks tematik seperti SRI-KEHATI, ESGSKEHATI, ESGQKEHATI, IDXVESTA28, ECONOMIC30, dan IDXMESBUMN.
Kesimpulan: IHSG menunjukkan ketahanan di atas level 6.100, namun keluarnya GOTO dari MSCI sinyal risiko likuiditas untuk saham large-cap digital. Investor perlu memantau rebalancing indeks IDX30 dan arus dana asing di kuartal III 2026.