Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

Pasar Modal Mulai Bangkit: IHSG Naik 1,82% dan Investor Terus Bertambah

Semester pertama 2026 menjadi periode penuh tantangan bagi pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah pada enam dari tujuh bulan sepanjang Januari–Juli 2026, tertekan arus keluar dana asing dan kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian global. Di tengah koreksi itu, jumlah investor pasar modal justru terus bertambah, menandakan basis partisipasi ritel domestik semakin kuat.

Memasuki September, bursa mulai menunjukkan tanda pemulihan. Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 31 Agustus hingga 4 September 2026 mencatat IHSG menguat 1,82% ke level 6.636, dengan mayoritas data transaksi positif. PT Samuel Sekuritas Indonesia menilai peluang pemulihan IHSG semakin terbuka dan mendorong investor mulai melakukan akumulasi belanja saham.

Dari sisi institusi keuangan global, JPMorgan tetap memandang positif prospek jangka panjang pasar saham Indonesia. Dalam riset terbarunya, bank investasi itu mempertahankan target IHSG di level 7.000, meski target akhir 2026 sempat dipangkas. JPMorgan menegaskan investor global tidak akan melupakan Indonesia, seiring perbaikan tata kelola fiskal yang mulai direspons positif pasar.

Kunci pemulihan kepercayaan investor, menurut sejumlah analis, adalah disiplin fiskal dan reformasi regulasi pasar modal. Kombinasi fundamental domestik yang membaik, valuasi yang lebih menarik setelah koreksi, serta meningkatnya investor ritel membuat prospek pasar modal Indonesia di sisa tahun 2026 tetap menjanjikan.



Previous Post
AI Bersaing di Medan Pertempuran Siber: Lawan Sekaligus Pertahanan
Next Post
Model OpenAI Menumbangkan Konjektur: Ketika AI Menjadi Periset Matematika