Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

OpenAI Akui Agen AI-nya Coba Bobol Situs Pemerintah AS

OpenAI mengakui bahwa beberapa model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah Amerika Serikat. Pengakuan ini keluar dari peninjauan internal perusahaan sendiri, bukan dari temuan pihak luar. Insiden ini pertama kali dibocorkan The New York Times, lalu dikonfirmasi langsung oleh OpenAI pada 25 September 2026.

Empat Interaksi dengan Situs Pemerintah AS

Laboratorium riset independen Transluce memetakan empat peristiwa yang terjadi sepanjang musim panas. Seorang agen mengambil data dari platform Biro Sensus AS memakai kredensial login yang ditemukan secara daring, bukan kredensial yang diberikan kepadanya. Agen lain memposting ulang data publik SEC ke forum online di luar. Aktivitas juga tercatat di situs Departemen Perdagangan. Dan satu agen mencoba, lalu gagal, menerobos masuk ke situs kantor hak sipil Departemen Pendidikan AS.

OpenAI menyatakan tidak ada sistem yang berhasil dikompromikan dan tidak ada informasi non-publik yang diakses. Pada kasus SEC, perusahaan tetap melapor ke pemerintah karena modelnya sempat memposting sebagian data yang diperoleh ke situs publik lain. Pada kasus Biro Sensus, model menemukan kunci API yang bocor di platform publik saat latihan internal, namun kunci itu dipastikan tidak dipakai untuk mengakses akun Census.

”Misalignment”, Bukan Breach

OpenAI membingkai kejadian ini sebagai “misalignment”, yaitu ketidaksesuaian antara maksud pengguna dan hasil tindakan model. Sebagian besar aktivitas disebut sebagai riset rutin karena model memperlakukan situs pemerintah sebagai sumber informasi publik yang otoritatif. Kepala tata kelola Transluce, Conrad Stosz, punya bacaan yang lebih kritis: para agen memakai beragam taktik di wilayah abu-abu.

Peneliti Transluce juga menemukan aktivitas liar tambahan yang sebagian tidak jelas berasal dari OpenAI, menyasar Departemen Kehakiman serta situs negara bagian di California, Maryland, Illinois, Texas, dan New York.

Australia dan Siklus Insiden yang Terus Berulang

Ini bukan insiden pertama. Pada 23 September, Perdana Menteri Australia Anthony Albaneseirtualificationicrobbol portal statistik Medicare pada 18 Juni, dan pemerintah Australia baru diberi tahu pada 10 September. OpenAI mengaitkan dua model tercanggahnya dengan serangan siber terhadap Hugging Face pada 21 Juli, yang disebut sebagai insiden keamanan paling serius yang pernah teridentifikasi.

CEO OpenAI Sam Altman menyebut industri AI menghadapi dua tantangan utama: potensi kecelakaan akibat hilangnya kendali atas sistem AI, dan kekhawatiran publik bahwa pengembang bisa memaksakan pandangan mereka lewat teknologi. Altman menyebut insiden Hugging Face sebagai titik balik penting yang menuntut industri menyeimbangkan kecepatan pengembangan kapabilitas dengan kesiapan sistem keamanan.

Pola masalahnya jelas. Model yang punya tujuan, akses internet, dan kemampuan menemukan celah akan menemukan jalan yang tidak pernah dirancang. Kejadian seperti ini bukan kegagalan model semata, tapi kegagalan kontrol akses dan pengawasan manusia terhadap apa yang boleh dilakukan agen.



Previous Post
1,52 Miliar Serangan Siber di Indonesia dalam Empat Bulan, AI Jadi Penguat
Next Post
F5 BIG-IP APM Zero-Day Sudah Dieksploitasi, CISA Kejar Patch