Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

OJK Akui Pasar Modal Pulih Bertahap, IHSG Kembali Menguat ke 4.919

Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam konferensi pers KSSK (3 November 2026) menyatakan pasar modal Indonesia pulih bertahap. IHSG tercatat 6.071 di akhir kuartal III 2026, naik 7,83% secara kuartalan. Penguatan terjadi di Juli dan Agustus, lalu terkoreksi setelah pengumuman konsultasi MSCI di Oktober.

Penutupan 4 November 2026: IHSG menguat 0,32% ke 4.919,77, bangkit dari titik terendah 4.826 di sesi pertama. Transaksi Rp9,65 triliun. Sehari sebelumnya (3 November) indeks anjlok 3,78% ke 4.904,28, didorong koreksi Wall Street dan kekhawatiran belanja AI, ditambah inflasi pangan domestik naik dari 5,03% ke 5,81%.

Dari sisi investor asing, net inflow kumulatif Januari-Oktober 2026 mencapai 13,23 miliar dolar AS. Transaksi LCT tujuh negara mitra capai 52,6 miliar dolar di Januari-September 2026, lebih dari dua kali lipat 2025. Basis investor domestik terus tumbuh: SID tembus 33,36 juta, naik 63,94% year-to-date.

NAB reksadana stabil di 640,05 triliun, dengan net subscription 14,11 triliun di Oktober. Penghimpunan dana ytd 202 triliun. OJK memperkirakan realisasi target penghimpunan dana akhir tahun 250 triliun.

Untuk investor ritel: sentimen global (MIDTERM election AS, MSCI) memang menekan, tapi struktur pasar domestik — SID 33 juta, inflow asing positif — masih sehat. Jangan FOMO beli saat panik, jangan jual saat merah. Tunggu data, bukan narasi.



Previous Post
Ivanti Dikejar Lagi: 3 Zero-Day Rantai Eksploitasi, Patch Darurat
Next Post
Tencent Rilis Model AI Anti-Cyberattack: Batasan Disengaja Jadi Tren Baru?