Pasar modal Indonesia mencatat tonggak bersejarah. Jumlah investor tercatat menembus 30 juta Single Investor Identification (SID), tepatnya 30.274.265 SID hingga Jumat, 7 Agustus 2026, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI). Capaian ini menjadi rekor baru sepanjang sejarah pasar modal tanah air.
Pertumbuhannya luar biasa cepat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor telah mencapai 30,06 juta SID hingga akhir Juli 2026, atau meningkat 47,63% secara year to date. Sementara itu, BEI mencatat pertumbuhan 48,78% dalam periode yang sama.
Lonjakan ini menunjukkan pasar modal Indonesia tidak lagi menjadi arena eksklusif institusi besar. Kini ia menjadi ruang investasi massal bagi masyarakat umum, terutama generasi muda yang mulai sadar pentingnya membangun portofolio sejak dini. Minat yang masif ini sejalan dengan penguatan indeks, di mana IHSG menutup pekan 3-7 Agustus 2026 dengan kenaikan 2,78% ke level 6.409,654 dan kapitalisasi pasar BEI naik menjadi Rp11.212 triliun.
OJK tidak berpuas diri. Regulator membidik target 35 juta investor pada 2030, didukung reformasi pasar modal yang tengah digenjot, termasuk penguatan perlindungan investor dan perluasan akses layanan keuangan. Dengan tren saat ini, target tersebut dinilai realistis.
Bagi investor ritel, momentum ini menjadi pengingat untuk tetap disiplin: pelajari fundamental emiten, hindari keputusan emosional, dan manfaatkan pertumbuhan pasar modal yang kian inklusif.