Pasar modal Indonesia sedang bergejolak. Pada 16 Oktober 2026, IHSG tercatat turun lebih dari 10% dalam sehari, memicu trading halt yang menghentikan seluruh aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). BEI secara otomatis menghentikan transaksi untuk meredam kepanikan.
Kondisi melanjutkan tren melemah di awal Oktober. Indeks ditutup di level 6.036,88 pada 2 Oktober 2026, turun 3,28% dalam sepekan, dan turun sekitar 30% dibanding akhir 2025. Tekanan jual asing dan penguatan dolar jadi faktor dominan.
Proyeksi Jangka Pendek
Analis menilai IHSG berpeluang rebound terbatas. Rata-rata proyeksi Oktober 2026 berkisar 5.850–6.500 dengan kecenderungan sideways. Untuk pekan 26–30 Oktober, sebagian analis membidik pemulihan ke 5.500–5.600 dengan saham defensif.
Langkah Investor
- Jangan panik-jual. Koreksi besar adalah uji kedisiplinan.
- Evaluasi portofolio berdasarkan fundamental, bukan headline.
- Diversifikasi ke reksa dana pasar uang atau deposito.
- Manfaatkan fase melemah untuk membeli saham berkualitas yang valuasinya turun.
Sejarah menunjukkan koreksi tajam jarang jadi puncak. Tetap tenang, pegang prinsip.