Pasar modal Indonesia kembali diuji tekanan jual asing. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau berada di kisaran 6.541 setelah sepekan terakhir diwarnai aksi net sell investor asing yang cukup deras.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan investor asing membukukan net sell jumbo sebesar Rp3,36 triliun dalam sepekan. Aksi lepas saham ini menekan laju IHSG dan membuat sentimen pasar domestik cenderung waspada.
Menariknya, di tengah tekanan jual tersebut, sejumlah saham justru diborong asing. Salah satu yang menjadi sorotan adalah BBCA, emiten perbankan besar di bawah naungan Grup Djarum. Pertanyaan yang mengemuka di kalangan pelaku pasar: seberapa dalam pengaruh pelepasan saham oleh asing terhadap pergerakan BBCA dalam jangka pendek?
Analis menilai aksi net sell kali ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal, seperti dinamika suku bunga global dan pergerakan dolar AS, bukan fundamental emiten domestik. Saham-saham berkapitalisasi besar dengan likuiditas tinggi justru tetap menarik bagi asing untuk akumulasi pada level harga yang lebih rendah.
Bagi investor ritel, kondisi ini bisa menjadi peluang akumulasi bertahap, terutama pada saham-saham dengan fundamental kuat. Namun tetap perlu diwaspadai volatilitas jangka pendek selama tekanan jual asing belum mereda.
Keputusan investasi sebaiknya tetap didasarkan pada riset fundamental dan toleransi risiko masing-masing, bukan sekadar mengikuti arus aksi jual asing.