Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

IHSG Terkapar di 5.098, Seluruh Sektor Melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkapar di zona merah pada perdagangan Kamis 29 Oktober 2026. IHSG anjlok 184,25 poin atau 3,49% ke level 5.098,06. Sebanyak 104 saham menguat, 653 melemah, dan 206 stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp11,1 triliun dari 22,5 miliar saham.

Tidak ada sektor yang selamat: energi, bahan baku, industri, keuangan, infrastruktur, properti, hingga teknologi semuanya berada di zona merah. Indeks unggulan ikut ambles — LQ45 turun 4,48% ke 515, JII turun 4,04% ke 291, IDX30 melemah 4,49% ke 289, dan MNC36 turun 4,43% ke 228. Dalam sepekan sejak 22 Oktober, IHSG sudah melemah 5,38%.

Tekanan utama masih bersumber dari usulan MSCI menurunkan status Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Sebelumnya, pada 16 Oktober, IHSG sempat anjlok hingga 11,34% ke level 5.198 pasca pengumuman tersebut. MSCI juga menerapkan freeze terhadap kenaikan Foreign Inclusion Factor dan jumlah saham sejak Januari 2026, dengan keputusan final dijadwalkan 2027.

Di tengah kejatuhan itu, analis melihat IHSG berpotensi mengalami short term teknikal rebound. Namun untuk investor ritel, rebound teknikal berbeda dari pembalikan tren. Musim laporan keuangan kuartal III-2026 berlangsung di tengah tekanan — fundamental emiten jadi pembeda utama. Tetap selektif, hindari keputusan emosional, dan tunggu konfirmasi arah sebelum menambah posisi.



Previous Post
Chrome Kena 37 Lubang Sekaligus, Ransomware di Rumah Sakit Melonjak: Apa Yang Harus Kamu Lakukan
Next Post
Gemini 4 Argon Rilis Global, Google Masuk Arus Utama Perang AI Frontier