Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan momentum positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pekan 3-7 Agustus 2026 dengan penguatan 2,78% ke level 6.409,654. Capaian ini sekaligus menembus level psikologis 6.400 yang sempat menjadi resistance cukup lama.
Penguatan ini berlanjut dari tren Juli lalu, ketika IHSG tercatat menguat 10,51% dan investor asing mulai kembali masuk ke pasar domestik. OJK menyebut sinyal pemulihan mulai terlihat, seiring meningkatnya jumlah investor pasar modal dan membaiknya sentimen pelaku pasar.
Faktor pendorong utamanya adalah reformasi pasar modal yang terus digenjot OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO). Reformasi ini mencakup peningkatan transparansi, tata kelola, dan daya saing bursa—langkah yang diyakini menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan investor asing, khususnya pasca sentimen MSCI terkait transparansi bursa Indonesia.
Meski demikian, perjalanan pemulihan belum sepenuhnya mulus. Sepanjang tahun ini, arus keluar dana asing tercatat menembus Rp74 triliun. Namun OJK menilai kondisi tersebut masih bagian dari dinamika pasar, dan indikasi perbaikan mulai terlihat: pada periode 13-17 Juli 2026, investor asing membukukan pembelian bersih sebesar Rp0,44 triliun.
Arah kebijakan yang konsisten dan data ekonomi yang membaik diharapkan mampu menjaga laju IHSG. Bagi investor, periode ini menjadi pengingat bahwa volatilitas adalah keniscayaan, tetapi fundamental dan reformasi struktural tetap menjadi kompas utama dalam mengambil keputusan investasi jangka panjang.