Pasar modal Indonesia memasuki September 2026 dengan momentum yang menarik. Bank Indonesia tak sekadar menahan suku bunga; pelaku pasar mulai mengapresiasi stabilitas makro yang terjaga, sehingga asing kembali masuk ke bursa.
Asing Kembali Net Buy
Setelah sempat keluar pada pertengahan tahun, investor asing tercatat kembali melakukan pembelian bersih (net buy) di pasar reguler. Pola yang sama terlihat di awal tahun ketika valuasi saham RI dianggap murah dibanding pasar regional. Arus masuk ini menopang kapitalisasi pasar yang bertahan di sekitar Rp11.599 triliun.
Fundament yang Menopang
Beberapa sektor menjadi penggerak utama: perbankan dengan laba yang solid, komoditas yang stabil, dan konsumer yang tetap tumbuh. Data ekonomi domestik yang tidak terlalu panas membuat sentimen risk-on kembali dominan. Ditambah jumlah investor pasar modal yang sudah menembus 19 juta, basis ritel domestik ikut menyerap tekanan ketika asing keluar.
Aturan Baru BEI
Bursa Efek Indonesia terus menyempurnakan regulasi, termasuk aturan baru yang mengarah pada perlindungan investor dan transparansi perdagangan. Kebijakan ini diharapkan mendorong IHSG menguji level psikologis 7.000 hingga akhir tahun.
Kesimpulan
Dengan asing yang kembali net buy, likuiditas membaik, dan regulasi yang semakin matang, prospek pasar modal Indonesia di sisa 2026 tetap konstruktif. Investor disarankan tetap selektif: utamakan emiten dengan fundamental kuat dan valuation wajar, serta disiplin dalam manajemen risiko.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi beli atau jual.