Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja positif sepanjang Juli 2026. Hingga pekan ketiga, IHSG berhasil menguat sekitar 4,24%, didorong aksi beli di saham-saham berkapitalisasi besar. Analis Astronacci bahkan mencatat IHSG telah menguat sekitar 13% sejak awal Juli, memperkuat proyeksi Big Bottom yang telah disampaikan sejak Mei lalu.
Pasar modal Indonesia mengalami tekanan signifikan sepanjang 2026. Keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan rebalancing sekuritas Indonesia sejak akhir Januari 2026 memicu volatilitas tajam, menyebabkan IHSG anjlok hampir 30% dari level tertinggi awal tahun. Aksi jual asing mencapai Rp1,17 triliun dalam sepekan saat tekanan puncak.
Meski IHSG masih fluktuatif, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan fundamental emiten tetap kuat. Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menegaskan kinerja perusahaan tercatat masih tumbuh solid di tengah pelemahan indeks.
Dari sisi IPO, BEI kedatangan enam saham baru pada Juli 2026 — BACH, JECX, EMMI, PRDL, RANS, dan JELI. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pasar modal tetap menjadi sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha.
BEI sendiri baru saja merayakan HUT ke-34 pada 13 Juli 2026. Dengan momentum rebound IHSG dan pipeline IPO yang terjaga, optimisme perlahan kembali ke pasar modal Indonesia.